Ramalan Simbah Merapi: 19 Januari Pak Harto Sembuh?

Oleh Julius Felicianus [julius_felicianus@yahoo.com] Direktur Galangpress

Acara kenduri masal yang diadakan pada hari Selasa malam tanggal 15 Januari 2008 pukul 19.00-24.00 di Bumi Perkemahan Wonogondang lereng Gunung Merapi dihadiri juga oleh Simbah. Acara doa berupa ujub untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi agar terhindar dari segala bencana manusia dan bencana alam. Khusus Simbah sendiri mempunyai ujub untuk kesembuhan Pak Harto. Khusus untuk ritual ini Simbah membawa mori putih panjang 27 meter disertai dua kepala ayam dan empat cakar/kaki ayam. Setelah acara kenduri masal selesai, Simbah memberikan wejangan yaitu pada tanggal 19 Januari pasti akan terjadi sesuatu peristiwa penting. Pada saat saya tanya peristiwa penting apa yang akan terjadi mbah?…apakah tentang Pak Harto?…apakah tanggal 19 itu Pak Harto sembuh dan keluar dari RSPP.

Simbah hanya memberikan sanepo/isyarat…bahwa kata sembuh dalam dunia spiritual itu macam-macam bisa diartikan sembuh betulan dari penyakitnya yaitu bisa segaera dibawa pulang dan berkumpul lagi dengan anak cucu. Bisa juga sembuh itu meninggal…LHO KOQ BEGITU…menurut Simbah…sembuh itu juga terbebas dari segala penyakit dan permasalahan yang ada di dunia ini dengan jalan meninggalkan badan wadagnya. Meninggal itu juga sembuh bagi Pak Harto…karena beliau sudah terbebas dari segala kesengsaraan dan hujatan yang berlebihan dari masyarakat, yang telah dijalaninya di dunia ini. Itu yang penting bagi Pak Harto, dan masyarakat harus bisa mengerti dan memaafkannya. Jasa Pak Harto itu besar untuk Indonesia…begitu simbah menguraikan saneponya.

Bagi Simbah, yang perlu dicermati adalah mBilung, Togog dan Durno yang sekarang masih berkeliaran di bumi Indonesia ini. (mBilung, Togog dan Durno adalah tokoh pewayangan yang memunyai tabiat buruk, karena sering mengadu domba, penjilat, mengambil keuntungan dalam dalam kesulitan orang lain dan plin-plan). Menurut Simbah Mbilung, Togog dan Durno kelihatan sekali pada saat menjenguk Pak Harto di RSPP. Saya tanya Simbah…apakah para tokoh orde baru..mbah? Ohh tidak semua tokoh orde baru seperti itu. Ini malah ada tokoh reformasi yang mempunyai sifat seperti mBilung, Togog dan Durno. Misalnya bagaimana mbah? Ya kalau sampeyan lihat…pada saat Pak harto menjadi presiden siapa menteri yang paling seneng jadi penjilatnya dan mengambil keuntungan itu. Sedang saat reformasi menteri tersebut buru-buru ikut terlibat menjadi pahlawan reformasi. Kemarin mantan menteri itu ada di tv dan Koran-koran…apa Harmoko mbah…yaaa masih ada yang lain.

Oh ya mbah tentang mori putih tadi dipakai untuk apa ya. “Ohh itu morinya ada di luar, melilit pohon. Besok pagi dilarung (dihanyutkan) di Sungai Boyong ya.” Terus tentang ramalan tanggal 19 Januari itu akan ada apa mbah? Simbah tidak menjelaskan, dia hanya berpesan untuk selalu berdoa untuk keselamatan semua rakyat Indonesia. Yaa kita tunggu saja tanggal 19 Januari 2009…semoga tidak terjadi apapun.

Malam menjelang pukul 12.00, simbah saya tanya tentang wangsit Soeharto yang didapat dari Ibu Tien. Apa benar konde Ibu Tien adalah salah satu jimat Pak Harto yang selama ini memberi kekuatan, keselamatan dan rejeki. Di mana konde tersebut murca/hilang setelah Ibu tien meninggal? Apakah benar ada kaitan banjir kota Solo tahun 1966 terkait juga dengan telah diambilnya Pusaka Keris Kraton Solo oleh Pak Harto pada tahun-tahun Pak Harto menjadi Presiden. Apakah betul banjir Solo akhir tahun 2007 kemarin juga ada tanda-tanda mistik seperti itu? Mari kita tunggu di tulisan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s