Satrio Pinilih, Pemimpin di Masa Paceklik

Oleh Julius Felicianus [julius_felicianus@yahoo.com] Direktur Galangpress

Tanggal 12 Januari pagi pukul 6.30 kiriman harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta sudah ada di teras rumah…halaman pertama saya amati…pas ada berita dan komentar Simbah Merapi dengan komentar Pak Harto mempunyai 25 (dua puluh lima) jimat di dalam tubuhnya. Ehhh jam menjelang pukul 11 siang dapat telpon dari Simbah Merapi yang intinya mengundang saya untuk ikut hadir mendoakan Pak Harto di Desa Kemusuk Godean pukul 19.00. Karena sesuatu hal saya memohon ijin untuk tidak hadir dalam acara tersebut. Saya yakin semua orang juga akan mendoakan Pak Harto jika melihat kondisi seperti itu. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana negara dan bangsa ini bangkit kembali dari keterpurukan setelah sekian tahun reformasi masih juga tak beranjak baik.

Karena di kantor ada tamu Dr. Johan Salim yang selain dosen ISI juga ahli musikologi…ya kami berbincang-bincang pula mengenai berita Pak Harto. Ternyata karisma beliau tidak juga luntur meskipun sudah tidak menjabat lagi. Terbukti berita dan omongan ngalor-ngidul saya dengar mulai jam 8 dari rumah Jong-jong si tukang pijet refleksi sampai jam 12 di warung bakso Tomer langganan kami. Di kantor pun tak luput membicarakan hal itu. Salah satu bahasan yang menarik adalah saat dilontarkan Mas Johan…mengapa Pak Harto masih bisa bertahan hidup…eee ternyata sama dengan pandangan banyak orang…ya karena Pak Harto mempunyai banyak ajimat dan kasekten.

Simbah merapi cerita, tanggal 12 malam dia harus tirakat di pusara orang tua Pak Harto untuk kesembuhannya. Simbah juga cerita tentang Satrio Pinilih…untuk lengkapnya cerita saya menuliskannya seperti di bawah ini (tulisan asli dari gaib berupa bahasa Jawa Kuno)

Syarat jadi pemimpin bangsa ini menurut gaib yang diceritakan simbah adalah orang yang mendapat wahyu Satrio Pinilih yang mempunyai 5 lelaku sbb:

PENJABARAN DARI 5 SYARAT JADI PEMIMPIN BANGSA YANG MENDAPAT WAHYU SATRIO PINILIH

Penjabaran Satrio Pinilih dalam bahasa Jawa:
Pawongan sing dipilih wong akeh, sing bakal ngayomi uwong sing duwe gegayuhan luhur bener tur pener, akeh mungsuhe. Sing bener lan pener kudu duwe ati segoro. Menungso mbudidoyo lan eling karo sing akaryo jagad.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Seseorang yang dipilih orang banyak, yang bakal melindungi rakyat dan mempunyai cita-cita luhur dengan perilaku, tindak tanduk yang benar dan tepat untuk kepentingan rakyat. Karena dengan melakukan tindakan yang jujur, berani, benar, dan tepat akan mempunyai hati yang tulus iklas serta bijaksana dalam memimpin. Pemimpin seperti itu banyak musuhnya. Manusia hanya berusaha dan harus selalu ingat kepada Tuhan YME.

1. Negoro bakal adil makmur yen ono satrio kanggonan wahyu.

Penjabaran dalam bahasa Jawa:
Pawongan kang kanggonan wahyu bakal mikir kepentingane wong akeh, nganti ora iso mikir awake dewe, sing ora duwe pamrih, sing ora nggelar gulung, mikir kanthi wening.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Seseorang yang mendapatkan wahyu yang selalu memikirkan kehidupan dan kesejahteraan orang banyak, sampai dia sendiri tidak bisa dan tidak sempat memikirkan dirinya sendiri, keluarga, dan kelompoknya. Pemimpin yang tidak memikirkan dirinya sendiri yang bisa selalu berpikir secara jernih, berani, bijaksana, sehingga mempunyai pola pikir yang cerdas untuk memikirkan kesejahteraan umat manusia.

2. Kudu mawas diri lan ati-ati milih satrio 20 cacahe.

Penjabaran dalam bahasa Jawa:
Menungso kuwi mung sak dermo, ojo nganti nyengsaraake marang liyan. Yen pawongan mau emoh disengsaraake, pawongan mau milih jago 20, sing iso mikir kepentingane kawulo alit.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Manusia itu hanya sekadar makhluk/insan kamil ciptaan Tuhan, jangan sampai menyengsarakan orang lain kalau tidak mau disengsarakan. Manusia harus mempunyai rasa cinta kasih dan saling menghargai antarsesama ciptaan Tuhan. Orang yang sudah jadi pemimpin harus memilih pendamping atau pembantu/menteri yang jumlahnya 20 (atau lebih menurut tata pemerintahan yang ada) yang bisa dipercaya, serta mau memikirkan dan berusaha membantu rakyat kecil keluar dari penderitaan dan kesengsaraannya.

3. Sopo wae sing nyawiji ojo dolanan swargo donya.
Penjabaran dalam bahasa Jawa:
Sopo wae sing kapilih pawongan mau, jago 20 cacahe kudu nyawiji, kudu podho kelingan sing gawe urip, lan eling kawulo alit. Ojo podho eling karo awake dewe.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin dan pembantunya yang berjumlah 20 atau lebih harus sehati sejiwa dan kompak dalam menjalankan roda pemerintahan. Semuanya harus selalu ingat kepada Tuhan YME dan selalu ingat rakyat kecil dan jangan hanya ingat pada dirinya sendiri, keluarganya, kelompoknya atau kroninya.

4. Aku mung sakdermo rangkulan sedulurmu lan kantinen Junjung Drajat.

Penjabaran dalam bahasa Jawa:
Pawongan mau duwe roso lan rumongso. Pawongan mau kudu ngrangkul kabeh, ora mbedakke kepercayaan opo wae, lan ora mbedakke kawulo alit opo panduwur. Pawongan sing dikarepke kawulo alit musti duwe kekancingan.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Orang yang menjadi pemimpin tersebut harus mempunyai rasa tanggung jawab menghargai orang lain dan harus berusaha mengajak rakyatnya untuk tidak membedakan kepercayaan dan aliran apa pun. Juga tidak membedakan rakyat kecil dan para petinggi atau pejabat. Pemimpin tersebut juga harus dapat melestarikan lingkungan alamnya, karena alam juga mempunyai ruh kehidupan. Pemimpin yang diinginkan rakyat harus mempunyai surat yang sah/resmi untuk menjalankan pemerintahan (semacam SK dan pelantikan menjadi pemimpin negara/presiden) lewat lembaga yang resmi (MPR).

5. Kabeh mau gari karepmu saka sedyamu.

Penjabaran dalam bahasa Jawa:
Pawongan mau duwe karep, kudu eling karo Gusti sing akaryo jagad, lan mbudidoyo opo wae. Kabeh mau nganggo laku, yen kuwi dilakoni pawongan mau, pawongan mau kabul panyuwune lan sing bakal ngayomi kawulo akeh.

Arti bebas dalam bahasa Indonesia:
Orang tersebut harus mempunyai niat yang tulus ikhlas untuk membantu banyak orang, harus ingat kepada Tuhan YME yang telah menciptakan alam semesta ini. Semua itu harus dilalui dengan tirakat, bekerja keras, berdoa, bekerjasama satu sama lain dan tidak saling meniadakan, maka akan terkabul apa yang diinginkan. Sehingga orang tersebut dapat melindungi orang banyak/rakyat dan layak menjadi pemimpin.

Untuk lebih jelas dan komplit tentang siapa yang mungkin menjadi presiden Indonesia tahun 2009, silakan baca buku Galangpress yang akan terbit Senin, 21 Januari 2008 dengan judul PRABOWO TITISAN SOEHARTO (MENCARI PEMIMPIN BARU DI MASA PACEKLIK), karangan Femi Adi Soempeno.

Tunggu pula tulisan berikutnya tentang siapa sebenarnya yang mendapatkan wahyu Satrio Pinilih menurut ghaib yang diterima Simbah Merapi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s