Bredel Lagi, Bodoh Lagi!

Lagi, Kejaksaan Agung menyita buku. Karya tulis disikapi dengan kesewenang-wenangan. Kali ini buku berjudul “Pemusnahan Etnis Melanesia” karya Socratez Sofyan Yoman dilarang beredar di seluruh wilayah Indonesia. Surat keputusan Jaksa Agung RI No: KEP-052/A/JA/06/2008 ditandatangani Hendarman Supandji di Jakarta, 20 Juni 2008. Menurut keputusan itu, buku terbitan Galangpress (2007) ini “isinya mengganggu ketertiban umum sehingga dapat menimbulkan kerawanan, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa” (Menimbang butir b).

Tentu saja, tindakan kejaksaan ini sangat memprihatinkan bagi demokrasi yang sedang bertumbuh di negeri ini. Seperti percuma saja reformasi bergulir jika aparatus bergaya Orde Baru masih bercokol di lembaga negara. Mestinya mereka menjadi pengayom, bukan perampok.

Kalau kejaksaan berisi orang-orang cerdas, mestinya mereka tahu bagaimana bersikap bijaksana. Bahwa pikiran tidak pernah bisa diberangus. Bahwa gagasan tidak bisa dikerangkeng. Banyak contoh di dunia ini tentang tokoh-tokoh pengubah dunia yang menelorkan ide briliannya dari balik terali besi.

Kalau kejaksaan bijaksana, mestinya mereka bersyukur memiliki warga negara yang berani menuangkan isi batok kepalanya dalam bentuk buku. Artinya, warga yang mereka pimpin adalah manusia beradab.

Kalau tidak setuju? Tulis buku dunk!

Ini bukan kali pertama buku terbitan Galangpress dirampas! Dan, tidak hanya sekali ini saja Galangpress mengibarkan bendera perlawanannya! Tindakan otoriter-anarkis mesti dilawan. Dengan buku. Dengan cara cerdas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s