Bercermin dari Nasi Bungkus

Membagi nasi bungkus menjadi bagian dari latihan kami di bulan Ramadhan ini. Keluarga Besar Galangpress Group telah melakukannya untuk yang kesekian kali. Setiap sore, menjelang waktu berbuka puasa. Ratusan nasi putih dengan sayur dan lauk telur atau daging kami berikan kepada warga tidak mampu di berbagai sudut kota Jogja. Hangat, sangat pantas untuk mengganjal perut yang lapar. Menjadi lebih hangat dengan teh hangat yang kami sertakan dalam sebungkus plastik.

Setiap karyawan di semua bagian terlibat dalam aksi sosial ini. Bergantian. Berdua-dua. Bisa berboncengan motor, bisa mengendarai mobil. Semangatnya bersedekah. Tidak ada foto-foto. Tidak ada spanduk ucapan, “Dengan nasi bungkus ini, kami mengucapkan selamat berpuasa bagi kaum dhuafa.” Dengan diam kami bergerak. Walhasil, justru beberapa relasi tergerak untuk bergabung. Mereka menyediakan pula jatah nasi bungkus. Dan nama mereka pun tak perlu disebutkan.

Saat membagikan nasi bungkus itu ke para tukang becak, pedagang asongan, pengamen, adalah saat sangat menggetarkan bagi kami. Kami seperti bercermin, menatap diri kami sendiri. Saat ini kami memberi, saat ini kami yang membagi, saat ini kami yang berderma, akankah selamanya begini? Hidup berputar seperti cakra manggilingan. Kadang di atas, kadang di bawah. Kami tidak sedang di atas, meski tidak pula sedang di bawah. Kami tidak memberi dari kelebihan, tapi menyisihkan dari sekadar yang kami punya.

Kami bercermin. Bukankah mereka tidak meminta diberi nasib seperti itu? Mereka tidak minta miskin, tidak berharap kesrakat. Mereka sudah bekerja, walau mungkin cara kerja mereka keliru sehingga hasil kerja mereka tidak mengubah keadaan. Mereka sudah berikhtiar, hanya mungkin kita yang kurang peka untuk merangkul mereka.

Lebih baik kami memberi. Demikian kami bersepakat. Berapa pun itu. Seperti apa pun itu. Sejauh ikhlas, sejauh jujur, sejauh penuh rasa syukur. Justru karena kami belum di atas, belum menjadi raksasa, kami tetap harus berlatih dalam berbagi untuk sesama. Latihan-latihan seperti ini, niscaya, akan membawa kami ke dalam padang hijau kehidupan yang sungguh manusiawi lagi Ilahi. Insyaallah.

Saudaraku,

Jadikanlah kami semakin dekat dengan-Nya, lewat perjumpaan kami dengan hidupmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s