Sekali di Udara Tetap di Udara

Semboyan “Sekali di Udara Tetap di Udara” begitu melekat di benak kita. Siapa yang belum pernah mendengarnya, sudah sepantasnya segera menempelkan pendengarannya ke radio terdekat. Cari frekuensi Radio Republik Indonesia, di mana pun, pekik dahsyat itu akan terdengar. Mungkin sayup-sayup. Tak mengapa, untuk orang muda, barangkali keberadaan bekas radio pemerintah yang telah berubah menjadi lembaga penyiaran publik ini tak lagi populer. Kalah dengan Prambors, Delta, Tri Jaya, Sonora, Pas, dan sederet radio gress lainnya.

Namun, sebaiknya kita tidak abai begitu saja. Betapa pun RRI menempati ruang bersejarah di hati bangsa ini. Keterlibatannya dalam perjuangan kemerdekaan, hingga kemudian ikut mengawal perjalanan republik, menjadikan lembaga penyiaran ini pantas disandingkan dengan tokoh-tokoh pejuang lainnya. Meski tokoh-tokoh itu sudah gugur atau tumbang karena usia, keberadaan radio ini justru makin mapan. Tengok bagaimana RRI kemudian membelah diri menjadi beberapa stasiun radio, dengan nama “Pro1, Pro2, Pro3, Pro4”. Masing-masing dengan karakter dan segmentasi yang berbeda. Tidak lain, mereka berusaha mendekati pendengarnya sesuai dengan kebutuhan pendengar-pendengar itu.

Dan hari ini RRI merayakan hari jadinya ke-63. Seusia dengan republik ini, RRI pantas kita beri ucapan selamat. Betapa pun usaha mereka untuk tetap bisa eksis di blantika frekuensi audio belum lagi kelihatan hasil memuaskan, setidaknya mereka sudah berusaha berbenah. Malah, jika dulu terkesan berdiri di pemancar gading, yang merasa lebih hebat dari radio swasta, yang kemudian di saat-saat tertentu memaksa radio swasta untuk memantulkan (relay) siaran mereka secara bersamaan, yang dengan keluasan jaringan plus dukungan penuh dari pemerintah, kini justru terkesan rendah hati. Kesan saja, belum tentu kenyataan sesungguhnya. Setidaknya, kesan itu muncul dari tema peringatan hari jadinya yang mereka beri label “Kebangkitan Insan Radio Indonesia”.

Untuk menerjemahkan niat baik itu, sekaligus dalam rangka peringatan satu Abad Kebangkitan Nasional, RRI bersama anggota PRSSNI dan ARSSLI mengudara secara bersama-sama untuk materi-materi siaran tertentu.  Mereka menurunkan ego masing-masing lembaga, lalu duduk bersama. Yang ada dalam benak mereka adalah eksistensi Negara Republik Indonesia. Kesadaran yang patut kita apresiasi dengan acungan jempol. Semoga gagasan ini, ke depan, bergulir murni sesuai semangat awal. Siaran bersama betul-betul untuk memenuhi kebutuhan pendengar, warga masyarakat, dan bukan dimanfaatkan untuk menyuarakan pandangan-pandangan kelompok tertentu sebagaimana kerap terjadi dalam siaran bersama yang dimonopoli oleh pemerintah.

Kini, meski untuk mendapatkan frekuensi mesti minta izin, namun iklim penyiaran di Indonesia sudah relatif baik. Radio swasta berkembang sesuai tanpa campur tangan pemerintah. Tantangannya justru berasal dari modal, baik pemodal maupun perputaran modal itu sendiri. Modal ditengarai justru menjadi ancaman bagi idealisme yang diusung oleh penyelenggara siaran. Dan tidak semua radio mampu membendungnya. Mereka ikut dalam arus kapitalisasi tersebut.

Riuh sekali pusaran arus ini. Radio pun bergabung dalam komunitas bisnis yang menarik. Tak urung, banyak orang muda yang kini gandrung berkarir di radio, terutama menjadi penyiar. Mereka adalah talents yang kreatif dan energik. Penerbit Indonesia Cerdas (Galangpress Group) saja sampai menerbitkan buku Cara Gampang Jadi Penyiar Radio (Saiful Bahtiar, 2006) untuk menjawab antusiasme generasi muda berkecimpung di dunia broadcasting ini.

Atas semua capaian itu, layaklah kita mengucapkan terima kasih kepada RRI. Selamat ulang tahun RRI: Sekali di Udara Tetap di Udara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s