Kedai 24

Sahabat Galangpress,
Semalam kami mengudara di Radio Geronimo 106.1fm Jogja. Kami diundang dalam bincang-bincang di program Kedai 24 yang memancar saban Kamis, pukul 22.00-24.00. Dibyo Primus dan Santi yang nge-host acara favorit di radio ber-tagline “Love Jogja and You” ini.
Mardiyanto, editor Pustaka Marwa (Galangpress Group) yang kali ini bercuap-cuap. Tentang buku, tentang Galangpress Group, dan tentang bulan puasa. Ya, undangan itu menghampiri kami karena sesuatu yang berhubungan dengan bulan suci bagi umat Islam ini.
Singkat cerita, di bulan Ramadhan ini, Galangpress Group mengulurkan tawaran kepada beberapa stasiun radio di Kota Pelajar ini. Apa yang kami tawarkan? Buku gratis. Buat masyarakat pendengar tentu saja. Buku-buku tersebut bisa dibagikan untuk hadiah kuis, atau untuk pendengar yang mengirimkan salam, atau juga bagi pendengar yang memesan lagu. Dan untuk kali ini, buku-buku bertemakan religiositas yang kami bagikan.
Semalam, kami ditanggap soal ini. Kami pun bercerita panjang lebar tentang bagaimana, sebagai penerbit, kami gencar mempromosikan gerakan sadar membaca. Minimnya kesadaran masyarakat untuk membaca buku sebagaimana kerap dilontarkan banyak pihak tak membuat kami serta-merta turut meratapi keadaan tersebut. Rendah minat baca tidak selalu karena masyarakat malas. Banyak faktor lain yang menyebabkannya. Harga buku yang sulit dijangkau, salah satunya. Yang lain, soal kurang gencarnya kampanye untuk mendekati masyarakat. Penerbit kerap terlalu asyik berdiri di tempatnya tanpa kesediaan untuk menjangkau pembaca.
Upaya yang sudah kami lakukan, selain pameran buku ke berbagai kota di Indonesia, adalah meluncurkan Perpustakaan Keliling Galangpress. Sejak Januari tahun ini, satu unit Daihatsu Gran Max jadi armada andalan kami dalam menjangkau perpustakaan komunitas, jamaah pondok pesantren, atau kelompok-kelompok masyarakat yang haus bahan bacaan. Gratis. Masyarakat tinggal mengundang kami, kami datang dengan lebih dari 500 judul buku dari berbagai penerbit. Ada yang bertemakan ringan seperti masakan, peluang usaha, keterampilan tangan, hingga yang berat seperti politik, ekonomi, dan kebudayaan. Silakan baca di tempat, pilih tempat yang teduh, sambil tiduran juga boleh, dan baca sampai puas.
Pembagian buku secara gratis kepada pendengar radio di Jogja ini adalah rangkaian kampanye melek baca tersebut. Selama ini, masih jarang, atau nyaris tidak ada bahkan, radio yang memberi hadiah buku kepada pendengarnya. Para sponsor pun tidak ada yang memberikan buku sebagai gift. Buku belum mentradisi sebagai souvenir yang menarik. Inilah yang kami rintis. Menjadikan buku sama menariknya dengan hadiah-hadiah lainnya.
Selain buku, kami pun membagikan takjil kepada kaum miskin papa. Puluhan nasi bungkus plus minum manis kami bagikan kepada para pengemis, tukang becak, dan gelandangan yang mangkal di perempatan-perempatan jalan. Tidak seberapa nilainya, tapi setidaknya menunjukkan betapa kami mencoba untuk selalu ingat akan saudara-saudara yang berkekurangan. Toh, hidup ini butuh keseimbangan: mencari berimbang dengan memberi, berbisnis sebanding dengan bersedekah.
Terima kasih Radio Geronimo atas undangan istimewa ini. Semoga kawula muda Jogja turut ambil bagian dalam gerakan pencerdasan bangsa ini. Love Jogja and you….(aakuntoa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s