Kick Andy 10 Okt: Pembantaian Timor Timur

Saksikan Kick Andy, 10 Oktober pukul 21.30 di MetroTV ya… Dapatkan buku “Pembantaian Timor Timur” terbitan Galangpress.

Temans, 9 tahun lalu, 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur menyatakan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Mereka memilih merdeka.

Kerusuhan massal kemudian pecah di bekas provinsi ke-27 itu. Bumi hangus di mana-mana. Saling bunuh antarsaudara pecah dari Maliana hingga Los Palos.

Di kemudian hari, serangkaian pembantaian itu pun diusut. Siapa sejatinya yang membakar rumah-rumah penduduk? Siapa yang menghabisi rakyat Timor Leste? TNI-kah yang mendalangi? Milisi pro-integrasi kah pelakunya. Euriko Guterres kah dalangnya?

Simak acara spektakuler ini, hanya di MetroTV.

Berikut ulasan sinopsis acara tersebut yang diunduh dari www.kickandy.com

Kecintaannya kepada Negara Republik Indonesia tidak bisa diragukan
lagi. Betapa tidak, demi membela Indonesia dan merah putih ia tidak
hanya rela dijebloskan ke penjara Cipinang, Jakarta. Pria asal Timor
Timur itu juga harus berpisah dengan anak dan istrinya yang memilih
menjadi warga Negara Timor Leste ketika peristiwa jajak pendapat lalu.
Nama Eurico Guterres mulai dikenal ketika terjadi peristiwa pasca
jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu. Kala itu warga Timor Timur
terpecah menjadi dua. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, antara
menjadi warga Negara Timor Timur atau bergabung dengan Republik
Indonesia. Konflik horisontal pun tidak terelakan lagi. Maka
terjadilah peristiwa kerusuhan yang sangat memalukan di mata dunia
internasional. Menurut data dari berbagai sumber, kala itu ratusan
nyawa melayang dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Dunia internasional, terutama Amerika Serikat dan Australia menekan
Indonesia melalui PBB untuk mengusut tuntas dalang pelaku kerusuhan
itu. Bahkan negara adidaya itu mengancam akan membawa ke mahkamah
internasional mereka yang terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia
itu. Indonesia yang serba salah, akhirnya menjadikan Eurico Guterres,
yang kala itu menyandang gelar Wakil Penglima pejuang pro Integrasi
sebagai tersangka kerusuhan pasca jajak pendapat itu.

Banyak kalangan menilai, bahwa pemuda gondrong kelahiran Uatolari,
Timor Timur, 4 Juli 1969 itu dikorbankan demi tekanan dunia
internasional. Di tengah pro dan kontra waktu itu, Eurico Guterres
dengan lantang dan jantan menyatakan siap dihadapkan ke pengadilan
jika bersalah. Dan yang membuat banyak kalangan kagum adalah, sikap
Guterres yang datang sendiri ke pihak berwajib. Tidak berbelit-belit,
apalagi bersembunyi dan mengaku sakit ketika menjadi tersangka kasus
korupsi seperti para tersangka yang akan ditangkap KPK baru-baru ini.

Melalui sidang pengadilan, Eurico Guterres akhirnya diganjar hukuman
10 tahun penjara. Dan ia manjalani hukuman itu di penjara Cipinang
Jakarta hanya dua tahun. Guterres berhasil mengajukan Peninjauan
Kembali ke Mahkamah Agung, dan dalam prosesnya ditemukan bukti baru
yang meringankan. Walau kini ia telah bebas, Guterres masih tidak
mengerti mengapa ia sampai dijebloskan ke dalam penjara. Menurutnya,
ia yang memihak negara yang dicintainya justru dijebloskan ke penjara.
“Seandainya waktu itu saya memilih bergabung dengan Timtim mungkin
saya sudah menjadi menteri” ujarnya sambil menerawang.

Pasca menjalani hukuman, Eurico Guterres kini mengisi kehidupannya
dengan kuliah hukum di LP Cipinang yang diselenggarakan Universitas
Bung Karno. Ia memilih kuliah hukum selain mengaku tidak mengerti
hukum di Indonesia, juga karena cita-citanya yang ingin menjadi
pengacara. Selain itu, Guterres yang kini memilih tinggal di Kupang,
Nusa Tenggara Timur juga terjun ke dunia politik. Ia kini bersiap-siap
menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional. Salah satu
perjuangannya adalah memperjuangkan pengungsi Timor Timur yang hingga
kini masih banyak yang telantar pasca peristiwa jajak pendapat dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s