Iklan, Kanal Propaganda Bentangkan Popularitas

buku iklan galangpress teranyar

buku iklan galangpress teranyar

Galangpress pernah menerbitkan buku Cakap Kecap (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) (2004). Di buku pegangan praktisi periklanan itu dibahas secara mendalam bagaimana iklan sebagai alat propaganda antara 1972-2003, bagaimana pengaruh modal asing dalam periklanan, hingga usaha-usaha periklanan untuk memodernkan diri.

Mulai menghangat, perseteruan menuju Pemilu 2009. Kehebohan paling mencolok tampak di bursa pencalonan presiden. Banyak tokoh mulai memunculkan diri sebagai calon. Beberapa kalangan tak luput turut mengusung kandidat. Kasak-kusuk mulai menjalar.

SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menyatakan diri mau maju lagi. Sayangnya, kritik banyak kalangan, ia menyatakan ambisi pribadi itu di Istana Presiden. Ia dituduh memanfaatkan jabatan.

JK (Jusuf Kalla), wakil presiden yang Ketua Umum Partai Golkar, memberi isyarat hendak melanjutkan duet dengan SBY. Tidak kompak, petinggi Partai Golkar secara diplomatis merambukan bahwa pencalonan presiden dari partai tinggalan Orde Baru itu baru akan dilansir usai pemilihan legislatif tahun depan. Hmm, antara ketua umum dan pengurusnya saja tidak kompak.

Megawati Sukarnoputri, mantan presiden yang belum pernah terpilih sebagai presiden itu (karena melungsur kursi Presiden Abdurrahman Wahid), dengan moncong putih PDIP berteriak lantang hendak kembali ke istana. Sinyal lainnya, partai yang sempat disingkang-singkang di zaman Harmoko ini hendak menggendong Partai Golkar untuk maju bareng di arena pemilihan presiden.

Wiranto sudah jauh hari pasang bendera kuning-orange. Lewat Partai Hanura, Panglima ABRI di tiga pemerintahan ini hendak maju menuju RI 1.

Rivalnya, Prabowo Subianto, letnan jenderal yang dipecat dari dinas militer setelah terbukti terlibat dalam penculikan aktivis ini sudah ancang-ancang merasakan empuknya kursi yang pernah lama diduduki mantan mertuanya, almarhum Soeharto. Lewat Partai Gerindra, mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad ini resmi mencalonkan diri jadi calon presiden. Ia sudah merangkul para petani dan bakul pasar lewat organisasi akar rumput mereka.

Banyak lagi.

Dan yang mencolok, semuanya tak melewatkan medium iklan media massa untuk mendongkrak popularitas. Billboard, spanduk, print-ad, dan terutama iklan di televisi mereka penetrasi habis-habisan untuk mengesankan bahwa merekalah orang paling tepat di negeri ini sebagai pemimpin.

Apa komentar para pengamat?

Menurut Managing Partner Veloxxe Consulting AM Putut Prabantoro, faktor-faktor seperti branding partai – personal branding – kesesuaian antara daerah asal dan dapil – media komunikasi yang digunakan – profil pemilih (dan bukan profil caleg) merupakan tantangan bagi para caleg. “Personal branding adalah yang paling utama untuk dikerjakan. Pemetaan yang akurat terhadap faktor-faktor tersebut akan sangat membantu para caleg dalam sukses berkampanye,” katanya. Ditambahkan, nomor urut pada sistem suara terbanyak, tidak memberi dampak yang cukup berarti karena semua caleg mempunyai kesulitan dan kans yang sama.

Menurut RTS Masli dalam Cakap Kecap (Galangpress, 2004), agar urusan “jualan kecap” berjalan baik, perlu suatu pengetahuan dan pemahaman terhadap apa yang sudah terjadi di masa lalu. Perlu dialog, perenungan, dan pembelajaran.

Direktur LSN, Umar S. Bakry, memberikan catatan lain. Bahwa figur yang bermanuver dengan menyerang langsung presiden incumbent, seperti Wiranto yang menohok SBY, mengalami penurunan popularitas. Sedangkan yang tidak berkonfrontasi, seperti Sri Sultan, Hidayat Nurwahid, dan Prabowo Subianto, mengalami kenaikan. Umar membandingkan hasil survei pada Mei 2008 dan Januari 2008.

Seru analisisnya. Seru pulakah pestanya kelak?(aakuntoa@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s