Sharing Penerbit Jogja

Galangpress adalah simpul. Banyak kalangan terhubung di rumah ini. Kali ini, jaringan penerbit berbincang hangat di kantor kami:

Rabu 26 November, keluarga Galangpress dikunjungi teman-teman dari 3
penerbit asal Jogjakarta yaitu Media Pressindo, Citra Media, dan
Gradien. Ada 11 personil dari Media Pressindo, terdiri dari 10 redaksi
dan 1 marketing. Citra Media membawa 4 personil, 3 redaksi dan 1
marketing, serta 1 personil redaksi Gradien.

Agenda yang mereka usung adalah sharing bersama tentang bagaimana cara
menghasilkan buku-buku bagus dan laku, untuk menghadapi persaingan di
dunia penerbitan. “Dalam bersaing, tentulah bersaing yang sehat.
Jangan kita menjadi tertutup terhadap temen-temen dari penerbit lain,
karena takut akan dibajak. Tenang saja, ide itu bisa dicari dimana
saja. Biarpun dibajak, idenya tidak akan sama,” ungkap Julius
Felicianus, Direktur Galangpress Group. Dengan pernyataan ini, semakin
membawa sharing ini penuh keterbukaan.

Masing-masing penerbit memberikan infomasi mengenai strategi-strategi
jitu dalam menghasilkan buku bagus dan laku. Misal, Citra Media
menjelaskan tentang asal muasal buku best seller Asmaul Husna yang
ternyata terjemahan buku dari India dan non copyright. Selain itu
Galangpress menjelaskan sejarah buku-buku politik yang selalu menjadi
trendsetter. Kuncinya harus berani dan nakal dalam menentukan tema dan
pengemasan, misal buku Dunia Spiritual Soeharto yang sempat booming.

Selain itu, dari Indra Ismawan, Direktur Media Pressindo Group menjelaskan
tentang cara membuat judul yang bagus dan membuat buku tersebut
menjadi laku. “Judul itu harus bisa menjadi magnet bagi pembeli.
Karena ketika mereka berjalan melihat buku, hanya punya watu 3 detik
untuk melihat judul. Bayangkan dengan waktu segitu, kita harus membuat
judul yang mengena dan membuat mereka untuk berdiam sejenak mengamati
buku kita lebih lama, dan akhirnya memutuskan untuk membeli. Caranya,
judul harus mencerminkan isi buku dan kebutuhan pembaca. Judul dibuat
singkat dan menarik, sedangkan subjudul baru menjelaskan kelengkapan
isi,” jelas Indra.

Sharing berlangsung hangat dan tak terasa empat jam berlalu sudah.
Melihat manfaat yang didapat, Julius Felicianus dan Indra Ismawan
mengusulkan akan mengadakan pertemuan serupa antar penerbit di
Jogjakarta, mungkin sekali atau dua kali dalam sebulan. Karena dengan
keterbukaan seperti ini, persaingan akan semakin sehat.

Bagi penerbit-penerbit di Yogyakarta dan sekitarnya yang berminat
bergabung dalam acara sharing antar penerbit berikutnya dapat
menghubungi Galangpress di nomor (0274) 554985.

One response to “Sharing Penerbit Jogja

  1. Mas, besok kalau ada kumpul penerbit, tolong saya atau penerbit Jalasutra diundang ya. aku ingin tahu perkembangan terbaru dunia penerbitan. Kalau bisa dibuat pertemuan sebulan sekali. Jadi bisa up to date.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s