Menggali Manfaat Puasa

jadwal talkshow

jadwal talkshow

Begitu banyak manfaat puasa. Secara fisik menyehatkan. Secara ekonomis menghemat pembelanjaan. Secara spiritual menenteramkan rohani. Demikian kurang lebih simpulan dari Parade Diskusi Buku Kedahsyatan Puasa (Pustaka Marwa, 2009) bersama penulis M. Syukron Maksum yang digelar di Semarang dan Yogyakarta.

Diskusi buku ini persembahan Penerbit Pustaka Marwa selama bulan Ramadhan. Selain diselenggarakan di TB Gramedia, diskusi ini juga diadakan di kampus dan pondok pesantren. Antusiasme publik begitu besar. Selain hadir sebagai pendengar, mereka juga memborong buku ke-7 karya mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga ini. Alhasil, buku ini menorehkan catatan sebagai buku laris. Hanya dalam 2 pekan sejak penerbitannya, buku praktis ini mengalami cetak ulang.

Wajar saja jika pembaca menyukai buku ini. Selain praktis, karena tidak banyak mengulas teori-teori puasa, buku ini juga menghadirkan contoh konkret dari orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. Ilmuwan besar seperti Michaelangello, Sokrates, dan Plato, disebutkan oleh Syukron, sudah menjalankan puasa jauh waktu sebelum agama memerintahkan. Mereka berpuasa atas kehendak mereka sendiri. Maka, cara berpuasa pun mereka yang menentukan.

AA Kunto A (kiri, moderator) dan M Syukron Maksum (penulis)

AA Kunto A (kiri, moderator) dan M Syukron Maksum (penulis) di TB Gramedia Malioboro Mall Jogja

suasana diskusi di TB Gramedia Sudirman Jogja

suasana diskusi di TB Gramedia Sudirman Jogja

Di samping tokoh besar, Syukron juga menghadirkan contoh dari orang-orang di sekitarnya. Intan, teman kuliahnya, contohnya. Menurut suami dari Irma yang baru sebulan menikah ini, Intan adalah contoh yang tepat untuk menggambarkan manfaat puasa. Intan seorang yang penyabar. Dalam situasi terdesak seperti apa pun, Intan selalu berhasil mengatasinya dengan kesabaran yang luar biasa. Usut punya usut, ternyata Intan menjalankan puasa Senin-Kamis.

Secara fisik, katanya, puasa juga berdampak positif bagi kesehatan. Puasa mengontrol pola makan. Jika pada saat biasa pola makan bisa sesukanya, maka pada saat puasa ada pembatasan. “Makanan itu baik bagi tubuh, sekaligus racun. Maka, puasa itu seperti turun mesin. Tubuh disegarkan,” ujar lelaki 24 tahun ini sembari menguraikan manfaat puasa-puasa sunnah di luar puasa Ramadhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s